Tampilkan postingan dengan label Tugas Manajemen Pemasaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Manajemen Pemasaran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Mei 2010

Kuis Manajemen Pemasaran

Kuis Manajemen Pemasaran

Indah Sevia/10208639

1. Bagaimanakah pendekatan ilmiah dalam penelitian pemasara?

Penelitian yang Sistematis, Objektif, Informatif, dan Keputusan Manajemen.

2. Apakah yang mendukung sumber-sumber informasi pemasaran?

- Scientific (ilmiah): Analisi Pasar, Riset Pasar.

- Descriptif (objek) : Data, Informasi

3. Bagaimana Proses penelitian pemasaran?

a). Analisis situasi dan system informasi

b). Maksud penelitian dan identifikasi masalah

c). Tujuan penelitian

d). Estimasi nilai informasi penelitian, dan

e). Rancangan penelitian

4. Apakah klasifikasi karakteristik jenis data?

1). Data Primer : Ordinal, Nominal, Interval, dan Ratio

2). Data Sekunder : Sudah diolah. Dan tingkat harga

5. Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen?

a). Faktor Personal :

Motivasi, Peersepsi, Pemahaman, Kepercayaan, Sikap, dan Kepribadian seseorang

b). Faktor Sosial :

Aspek Kultur, Subkultur, Klas social, Kelompok referensi, Keluarga, Peran, Status.

6. Aspek variable psikologis, variable social, kondisi pada saat membeli yang berkonstribusi pada pemecahan masalah keputusan pembelian personal?

Ya, karena dengan adanya variable psikologis, sociall, ataupun kondisi, seseorang akan dapat dengan mudah berkonsentrasi dalam hal ini pemecahan masalah untuk mengambil keputusan apakah membeli atau tidak.

7. Bagaimana Marketer membentuk homogenitas pasar konsumen?

Pembentukan homogenitas pasar konsumen :

- Geografis : (wilayah, pemukiman, dan perkotaan)

- Demografis : (usia, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan dan pekkerjaan)

- Psikografis : ( sifat, motivasi, persesi, dsb)

- Kebiasaan : ( membeli ayau mengkonsumsi)

8. Bagaimana proses segmentasi bagi calon pembeli dan pendekatan atribut yang memengaruhi keputusan pelanggan untuk membeli?

- Proses segmentasi bagi calon pembeli dapat dilihat dari factor :

Geografis (wilayah, pemukiman, dan perkotaan, dsb)

- Pasar dapat debedakan menurut waktu atau batas daerah :

Demografis ( usia, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, pekerjaan, dsb)

- Pemasaran dapat dibedakan menurut perbedaan misalnya, usia perilaku pasar anak-anak berbeda dengan dewasa :

Psikografis ( sifat, motivasi, persepsi, dsb)

Pasar dapat dibedakan menurut sikap konsumen terhadap barang tertentu kebiasaan :

Membeli dan mengkonsumsi

Pendekatan atribut yang mempengaruh kepputusan membeli diantaranya :


- Harga

- Promosi

- Produk

- Motivasi

- Social- budaya

- Peranan dan status

- Kepribasian

- Kelas social

- Kepercayaan

- Sikap

- Persepsi

- pemahaman

Senin, 19 April 2010

Review Artikel “LOTTE DEPARTEMENT STORE”

Review Artikel “LOTTE DEPARTEMENT STORE”


Disusun oleh :
Nama : Indah Sevia
NPM : 10208639
Kelas : 2EA03



Mata Kuliah
Manajemen Pemasaran



DOSEN
Muhammad Yunanto




UNIVERSITAS GUNADARMA


Judul Artikel :
“LOTTE DEPARTEMENT STORE IN KOREA”

Lingkup materi
Lotte adalah Departement Store sebagai sebuah pusat hiburan yang komprehensif. Kawasan perbelanjaan yang luas, barang dagangan yang melimpah, dan suasana belanja yang nyaman merupakan kebanggaan Lotte Departement Store.

Tujuan Penelitian
1. Mengetahui awal berdirinya Lotte Departement Store.
2. Mengetahui Visi Manajemen dam Kebijakan Lotte.
3. Mengetahui perjalanan Lotte Departemen Store menjadi sukses.

Latar Belakang masalah
Pada tahun 1979, took utama Lotte dibuka di Myong-dong. Mencatat penjualan lebih dari 1 triliun won ( sekitar US$1 miliar) pada tahun 2000. Lotte menjadi pemimpin dalam industri Departement Store Korea. Lotte Departement Store menjadi sebuah cultural plaza. Lotte berencana membentuk sebuah konsorsium raksasa dengan perusahaan manufaktur, logistic, pengaturan pembayaran (payment settlement), dan perusahaan siaran kecil sampai menengah yang membentuk sebuah system kerja sama lengkap bagi bisnis baru itu. Lotte.com, pusat perbelanjaan internet dari Lotte Departement Store, sepakat untuk mengadakan kerja sama bisnis dengan situs portal Korea Telcom, Hanmir, pada bulan Mei, untuk mengoprasikan sebuah pusat perbelanjaan bersama, Lotte.hanmir.com. Lotte Departement Store bermaksud memperluas keanggotaan kartu kreditnya menjelang akhir 2001 menjadi 4,6 juta dari 3,5 juta pada saat ini.

Kesimpulan
Lotte berdampak unik terhadap budaya belanja dan gaya bisnis korea.strategi Bisnis yang menekankan pertumbuhan dan Economy of Scale. Lotte meluncurkan cabang baru setiap tahun selama lima tahun terakhir, kini jumlahnya mencapai 13 cabang.

Review Artikel “SONY CORPORATION”

Review Artikel “SONY CORPORATION”


Disusun oleh :
Nama : Indah Sevia
NPM : 10208639
Kelas : 2EA03



Mata Kuliah
Manajemen Pemasaran



DOSEN
Muhammad Yunanto




UNIVERSITAS GUNADARMA


Judul Artikel :
“PRODUK SONY”

Lingkup materi
Sony merupakan salah satu perusahaan Jepang pertama yang membuka kantor di Amerika Serikat dan salah satu yang pertama me-list-kan sahamnya di New York Stock Exchange tahun 1961.

Latar Belakang
Sony didirikan pada 1946 sebagai “Tokyo Tshushin Kogyo”, kemudian pada tahun 1958 dirubah namanya menjadi Sony Corporation. Tokyo Telecommunications Engineering oleh Masaru Ibuka dan Akio Morita. Kedua orang itu para insinyur muda. Sony Corporation berusaha menciptakan produk-produk inovatif yang memiliki daya tarik komersial. Untuk mencapai tujuan ini, para insinyurSony diberi otoritas dalam pengambilan keoutusan secara luas. Sony memilih untuk bersaing melalui dua cara: (1) memperkuat basis inovasi teknologi, (2) memasarkan produk secara agresif ke pasar-pasar luar negri. Pada tahun 1968, keunggulan Trinitron Sony membantu pasar televise berwarna untuk berkembang. Sony menciptakan tabung gambar televisi. Dua produk lainnya merupakan contoh-contoh produk luar biasa kesuksesannya dan kegagalan perusahaan itu: Walkman dan video cassette recorder Beramax.kendati Betamax gagal, Sony terus menjadi competitor yang kuat dalam arena bisnis internasional. Keberhasilan Sony dalam membeli Columbia Picture Entertainment Inc., senilai $3,4 milyar tunai pada 1989. Melalui pemanfaatan teknologi CD ROM, Sony mampu memproduksi play station. Sony mengangkat tim manajemen baru pada 29 Jui 2000.

Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui sejarah berdirinya Sony.
2. Untuk mengetahui kesuksesan dan kegagalan Sony.
3. Mengetahui manajemen Sony.

Kesimpulan
Suatu perusahaan itu idak selamanya selalu berjalan dengan lancar. Kadang mengalami kesuksesan juga kegagalan.

Kritik
Buatlah produk yang menarik lainnya, sehingga lebih bayak konsumen yang tertarik untuk membelinya.

Senin, 29 Maret 2010

Review Artikel GRAHA NOKIA “UMPEK-UMPEKAN”

Review Artikel GRAHA NOKIA “UMPEK-UMPEKAN”

Disusun oleh :

Nama : Indah Sevia

NPM : 10208639

Kelas : 2EA03

Mata Kuliah

Manajemen Pemasaran

DOSEN

Muhammad Yunanto


UNIVERSITAS GUNADARMA


Judul Artikel :

GRAHA NOKIA “di BANJIRI KONSUMEN”

Lingkup Materi:

Kesuksesan suatu produk ponsel dapat dilihat dari desain, fitur yang diminati oleh konsumen, serta kemampuannya mengikuti kemajuan teknologi komunikasi.

Tujuan Penelitian

1. Mengetahui cara pelayanan, kualitas produk, keunikan, keistimewaan, kecanggihan dan keunggulan produk dalam persepsi konsumen.

2. Mengetahui jenis ponsel yang menduduki posisi teratas disbanding jenis ponsel lain.

3. Mengetahui strategi/promosi untuk bulan yang akan dating.

Latar Belakang masalah

Saat ini Nokia masih menduduki posisi teratas dibandingkan dengan jenis ponsel lain. Nokia selalu hadir dengan kecanggihan-kecanggihan yang menggoda konsumen dan membuat konsumen banyak yang beralih ke produk Nokia. Tentunya masing-masing ponsel ini sudah mempunyai target pasar sendiri-sendiri sehingga persaingan itu tetap aka nada selagi mampu membuat desain, fitur yang diminati oleh konsumen, serta mampunya mengikuti kemajuan teknologi omong-omongan.

Manajer pemasaran Nokia merencanakan strategi advertensi/promosi untuk bulan April yang akan dating dengan menyediakan anggaran sebesar Rp 30 juta. Ada empat alternative media advertising yang sedang diteliti, yaitu:

1. Memasang iklan pada surat kabar local dengan biaya sebesar Rp 350.000 periklan dan diharapkan dapat menjangkau 800 konsumen potensial.

2. Membeli siaran TV local dengan biaya per 30 detik sebesar Rp 1.500.000 dan dapat menjangkau 7000 konsumen potensial.

3. Memasang iklan pada majalah dengan biaya Rp 1.000.000 per edisi dan dapat menjangkau 9.500 konsumen potensial.

4. Mendistribusikan contoh produk secara gratis dengan biaya sebesar Rp 100.000/peti berisi 200 unit HP, dan dapat menjangkau 350 konsumen potensial.

Kesimpulan

Ditengah-tengah persaingan yang semakin ketat, masing-masing perusahaan ponsel sudah mempunyai target pasar sendiri-sendiri sehingga persaingan itu tetap aka nada selagi mampu membuat desain, fitur yang diminati oleh konsumen, serta mampunya mengikuti kemajuan teknologi omong-omongan.

Kritik

Fitur ponsel seharusnya bisa dirubah, jangan selalu seperti itu agar konsumen tidak merasa bosan.