“To my mind, the greatest reward and luxury of travel is to be able to experience everyday things as if for the first time, to be in a position in which almost nothing is so familiar it is taken for granted.” – Bill Bryson
Selasa, 05 Juni 2012
Tugas 3 Bahasa Inggris Bisnis 2
Selasa, 10 April 2012
Tugas 2 Bahasa Inggris Bisnis 2
· a cat
· a tree
· a house
· a door
· a knife
· a flower
· a bookshelf
· a leaf
· a box
· a uniform ( u dibaca yu)
· a university (u dibaca yu)
· a union (u dibaca yu)
|
· an umbrella (u dibaca a)
· an angel (seorang bidadari)
· an angle (sebuah sudut)
· an heir (h tidak dilafalkan)
· an hour (h tidak dilafalkan)
· an honor (h tidak dilafalkan)
· an orange
· an apple
· an egg
· an elephant
· an ox
· an artist
|
· an orange
· an hour
· a sharp knife
· an orange flower
· an old bookshelf
· a beautiful house
|
· a sour orange
· a boring hour
· an old sharp knife
· a fragrant flower
· a cheap old bookshelf
· an expensive beautiful house
|
Gunakan THE untuk:
|
Jangan gunakan THE untuk:
|
Nama samudra, laut, sungai, teluk, plural lakes (nama danau yang terdiri dari 2 danau atau lebih).
Contoh: the Atlantic Ocean, the Pacific Ocean, the Java Sea, the Persian Gulf, the Great Lakes, the Citarum River
|
Nama danau
Contoh: Lake Toba, Lake Batur, Lake Erie
|
Nama pegunungan
Contoh: the Rocky Mountains, the Andes, the Bukit Barisan
|
Nama gunung
Contoh: Mount Merapi, Mount Semeru, Mount Kilimanjaro. Mount Everest.
|
Earth, moon, sun
Contoh: the earth, the moon, the sun
|
Nama planet (selain bumi), rasi bintang
Contoh: Mars, Venus, Orion,
|
Nama sekolah, universitas, college jika sekolah, universitas, college ditempatkan di depan.
Contoh: the School of Cooper’s Art, the University of Gadjah Mada, the college of Arts and Sciences.
|
Nama sekolah, universitas, college jika sekolah, universitas, college ditempatkan di belakang.
Contoh: Cooper’s Art school, Gadjah Mada University, Sante Fe Community College.
|
Ordinal number sebelum nouns
Contoh: the Second World War, the third chapter
|
Cardinal number setelah nouns
Contoh: World War Two, Chapter three.
|
Nama perang (kecuali perang dunia)
Contoh: the Korean War, the Crimean War, the Civil War
| |
Nama negara yang terdiri dari 2 kata atau lebih (kecuali Great Britain)
Contoh: the United States of America, the Central African Republic
|
Nama negara jika hanya terdiri dari satu kata
Contoh: Indonesia, China, Canada, France
|
Nama benua
Contoh: Asia, Europe, South America.
| |
Nama state/province
Contoh: Florida, Ohio, California, Manitoba, Jawa Timur, Sulawesi Utara.
| |
Dokumen bersejarah
Contoh: the constitution, the Magna Carta
| |
Nama Olahraga
Contoh: basketball, football, tennis
| |
Noun abstract
Contoh: freedom, happiness
| |
Bidang ilmu
Contoh: mathematics, Economics, sociology
| |
Nama hari raya
Contoh: Christmas, Thanksgiving, Idul Fitri, Independence day
|
Senin, 19 Maret 2012
Collection of nouns and verbs from the Management, Marketing, Acounting, and Banking
Name : Indah Sevia Wulandari
NPM : 10208639
Class : 4EA03
A. Management
Noun of Management :
1. Company = Perusahaan
2. Investment = Investasi
3. Capital = Modal
4. Price = Harga
5. Consumer = Konsumen
6. Strategy = Strategi
7. Requirement = Kebutuhan
8. Manager = Manajer
9. Market = Pasar
10. Material = Bahan
11. Machine = Mesin
12. Method = Metode
13. Position = Posisi
14. Team = Tim
15. Function = Fungsi
16. Direction = Arahan
17. Phase = Pase/ Tahap
18. Staffing = Penetapan Staff
19. Supervision = Penyeliaan
20. Managemen = Manajemen
Verb of Management :
1. Directing = Mengarahkan
2. Planning = Perencanaan
3. Organizing = Pengorganisasian
4. Controlling = Mengendalikan
5. Sort = Menyortir
6. Analyze = Menganalisis
7. Promote = Mempromosikan
8. Sell = Menjual
9. Purchase = Membeli
10. Allocate = Mengalokasi
11. Research = Meriset
12. Decide = Memutuskan
13. Evaluate = Mengevaluasi
14. Realize = Merealisasikan
15. Produce = Memproduksi
16. Manage = Mengatur
17. Division of Work = Pembagian Kerja
18. Establish = Menetapkan
19. Attain = Mencapai
20. Motivate = Memotivasi
B. Marketing
Noun of Marketing :
1. Order = Pesanan
2. Value = Nilai
3. Price = Harga
4. Sale = Jual
5. Place = Tempat
6. Promotion = Promosi
7. Capital = Modal
8. Period = Jangka Waktu
9. Target = Sasaran
10. Relationship = Hubungan
11. Market = Pasar
12. Market Share = Pangsa Pasar
13.Competition = Kompetisi
14. Restriction = Pembatasan
15. Communication= Komunikasi
16. Service = Pelayanan
17. Custumer = Konsumen
18. Competition = Kompetisi
19. Brand = Merk
20. advertising = Iklan
Verb of Marketing :
1. Ordering = Pemesanan
2. Marketing = Pemasaran
3. Industry = Perindustrian
4. Promoting = Mempromosikan
5. Expand = Memperluas
6. Offer = Menawarkan
7. Consuming = Mengkonsumsi
8. Saving = Menyimpan
9. Informing = Menginformasikan
10. Selling = Menjual
11. Processing = Memproses
12. Distributing = Mendistribusikan
13. Presenting = Mempresentasikan
14. Buying = Membeli
15. Targeting = Mentargetkan
16. Assessing = Menilai
17. Limiting = Membatasi
18. Serving = Melayani
19. Communicating= Mengkomunikasikan
20. Promoting = Mempromosikan
C. Acounting
Noun of Acounting :
1. Bookkeeping = Pembukuan
2. Report = Laporan
3. Result = Hasil
4. Audit = Pemeriksaan Keungan
5. Process = Proses
6. Profit = Laba
7. Loss = Rugi
8. Allocation = Pemberian
9. Note = Dicatat
10. Cash = Kas
11. Capital = Modal
12. Analysis = Analisa
13. Transaction = Transaksi
14. Journal = Jurnal
15.Balance = Neraca
16.Cost = Biaya
17. Structur = Struktur
18. General Ledger = Buku Besar
19. Source = Sumber
20. Deposit = Deposito
Verb of Accounting :
1. Processing = Memproses
2. Reporting = Melaporkan
3. Analyzing = Menganalisa
4. Evaluating = Mengevaluasi
5. Notes = Mencatat
6. Collecting = Pengumpulan
7. Forming = Membentuk
8. Allocating = Mengalokasikan
9. Produces = Menghasilkan
10. Reporting = Pelaporan
11. Arrange = Menyusun
12. Adjustment = Penyesuaian
13. Usage = Penggunaan
14. Counting = Menghitung
15. Collecting = Menagih
16. Processing = Mengolah
17. Check Reports = Memeriksa Laporan
18. Taking = Pengambilan
19. Calculations = Perhitungan
20. Translation = Penjabaran
D. Banking
Noun of Banking:
1. Automated Teller Machine (ATM) = Anjungan Tunai Mandiri
2. Central Bank = Bank Sentral
3. Islamic Banking = Bank Syariah
4. Invesment Banking = Bank Investasi
5. World Bank International Bank for Reconstruction and Development = Bank Dunia
6. Saving = Tabungan
7. Customer = Nasabah
8. Loan = Pinjaman
9. Creditor = Kreditur
10. Currency = Mata Uang
11. Money = Uang
12. Real money = Uang Kartal
13. Paper Money = Uang Kertas
14. Money Supply = Uang Beredar
15. Coin/ Me Talic Money = Uang Logam
16. Teller = Kasir
17. Cheque = Cek
18. Clearing = Kliring
19. Reserve Currenry = Cadangan Devisa
20. Bank Reserves = Cadangan Bank
Verb of Banking :
1. Transaction = Transaksi
2. Transfer Balances = Pemindahan Saldo
3. Cash Withdrawal = Penarikan Tunai
4. Borrow = Meminjam
5. Save = Menabung
6. Change = Menukarkan
7. Funding = Menghimpun Dana
8. Lending = Menyalurkan Dana
9. Services = memberikan Jasa
10. Invest = Menginvestasikan
11. Depositing = Menyetor
12. Taking = Mengambil
13. Transferring = Mentransfer
14. Credited = Mengkreditkan
15. Liquefy = Mencairkan
16. Funding = Pendanaan
17. Depositing = Mendeposito
18. Arrears = Menunggak
19. Inspection = Pemeriksaan
20. Installment = Mencicil
Senin, 23 Januari 2012
Program Corporate Social Responsibility (CSR) PERTAMINA
Kelas : 4EA03
NPM : 10208639
Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan saat ini telah menjadi konsep yang kerap kita dengar, walau definisinya sendiri masih menjadi perdebatan di antara para praktisi maupun akademisi. Sebagai sebuah konsep yang berasal dari luar, tantangan utamanya memang adalah memberikan pemaknaan yang sesuai dengan konteks Indonesia.
Berangkat dari pendirian tersebut, situs ini didedikasikan untuk membuka diskusi dan menyebarkan wacana CSR agar dipahami oleh lebih banyak lagi pihak: masyarakat sipil, perusahaan maupun pemerintah. Tujuannya adalah agar semua pihak dapat beranjak dari pemahaman yang memadai ketika berbicara tentang CSR, yaitu sebagai suatu wahana yang dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Dengan pemahaman yang demikian, CSR tidak akan disalahgunakan hanya sebagai marketing gimmick untuk melakukan corporate greenwash atau pengelabuan citra perusahaan belaka.
Dalam situs ini dapat dibaca berbagai hal yang berkaitan dengan CSR, mulai dari konsep dasar hingga bagaimana CSR diaplikasikan oleh perusahaan di berbagai sektor. Situs ini juga mengundang Anda untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang CSR melalui ajang diskusi.
Bagi perusahaan-perusahaan yang berkehendak untuk melaksanakan CSR dengan sungguh-sungguh, situs ini menyediakan deskripsi layanan jasa yang dapat kami berikan untuk bersama-sama mencapai tujuan keberlanjutan.
Program CSR PERTAMINA: 1000 Mekanik Dapat Jaminan Asuransi Kesehatan
Jakarta, 10 Februari 2010. Sebuah program baru diperkenalkan oleh dua perusahaan nasional, yaitu PT PERTAMINA (Unit Bisnis Pelumas) bekerjasama dengan PT ASURANSI JIWASRAYA (Persero) dalam sebuah sinergi dan kerjasama yang positif dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat luas, khususnya untuk para mekanik bengkel melalui program Asuransi Kesehatan (Senin 8/2/10).
Secara simbolis acara ini dihadiri oleh 20 orang perwakilan mekanik bengkel yang berhak mendapatkan fasilitas Asuransi Kesehatan bersama keluarganya. Acara disaksikan oleh sejumlah pejabat Pertamina, Asuransi Jiwasraya, dan pihak agency. Mengambil lokasi di Cafe Bengawan Solo yang terletak dalam area SPBU No. 31-12802 Jl. M.T. Haryono Tebet. Sebagai catatan SPBU ini adalah milik Pertamina dan dikelola oleh Pertamina sendiri yang dikenal dengan istilah COCO (Company Owners, Company Operation).
Manager CSR Pertamina, Guntara dalam sambutannya mengatakan: “Sehat Bersama Pertamina merupakan wujud sinergi antara program CSR Pertamina dengan Unit Bisnis Pelumas Pertamina untuk membantu pemerintah dalam upaya memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat luas. Melalui pemberian asuransi kesehatan khususnya untuk mekanik dan anggota keluarganya, maka ini diharapkan berujung pada pertumbuhan penjualan”.
Toharso, Corporate Secretary Pertamina
Dalam kata sambutan yang disampaikan oleh pejabat Pertamina, Bpk. Hendrato Tri selaku VP Pertamina Pelumas, dan juga Bpk. Toharso selaku Corporate Secretary PT Pertamina menegaskan bahwa kerjasama ini merupakan bukti dari Pertamina yang telah menunjukkan kepedulian terhadap peningkatan kesehatan masyarakat melalui salah satu program CSR (Corporate Social Responsibility) dengan tajuk “Sehat Bersama Pertamina”.
“Pertamina sebagai perusahaan minyak dan gas nasional terbesar di Indonesia senantiasa memberikan komitment yang tinggi bagi masyarakat Indonesia yang seluas-luasnya. Adapun program pelayanan masyarakat dari Pertamina, antara lain Program Pendidikan untuk kalangan guru, Program Kesehatan yang dikenal dengan Sehati (red=sehat bersama anak dan ibu), Program Lingkungan, dan dan Program Infrastrukur,” demikian papar Toharso selaku Sekretaris Perseroan melalui kata sambutannya.
Suasana Acara Launching
Adapun program asuransi kesehatan ini dikelola melalui seleksi yang ketat, dimana para mekanik diminta untuk mengisi formulir pendaftaran dan diajukan kepada PT Asuransi Jiwasraya untuk mendapatkan jaminan. Untuk tahap pertama, asuransi kesehatan ini diberikan secara cuma-cuma alias gratis oleh Unit Bisnis Pelumas PT Pertamina kepada 1000 orang mekanik yang berada di kawasan DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten.
“Dengan adanya fasilitas asuransi kesehatan, diharapkan para mekanik nantinya bisa memberikan kinerja yang lebih baik lagi, karena sudah memiliki jaminan asuransi kesehatan bagi dirinya maupun keluarga. Tentu saja, para mekanik ini akan selalu ingat nama pelumas Pertamina sebagai oli yang berkualitas dan selalu direkomendasikan bagi pelanggannya,” jelas Toharsi lagi.
De Yong Adrian, Direktur Pemasaran PT. Asuransi Jiwasraya (Persero)
Secara marketing program ini sebenarnya sah-sah, saja, karena premi asuransi kesehatan ini dibayarkan oleh PT Pertamina kepada perusahaan asuransi PT Asuransi Jiwasraya selaku pihak penanggung.
Info yang diperoleh melalui obrolan ringan dengan Bpk. De Yong Adrian selaku Direktur Pemasaran PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), premi mekanik per orangnya hanya Rp.380 ribu. Sementara itu mekanik sudah mendapat jaminan rawat inap dengan biaya kamar Rp.175 ribu per hari. Melalui slide presentasi yang disampaikan oleh Bpk. De Yong, jelas terlihat program ini memberikan santunan kesehatan untuk setiap mekanik, serta satu (satu) istri dan 1 (satu) anak. Dan jaminan ini berlaku selama 1 tahun dari tanggal 1 Februari 2010 hingga 31 Januari 2011.
Kartu Peserta Asuransi Kesehatan
Setiap mekanik sebagai peserta asuransi kesehatan tersebut akan mendapatkan buku panduan program, daftar rumah sakit, dan kartu peserta dengan jaminan meliputi santunan rawat inap, biaya perawatan, biaya operasi, konsultasi dengan dokter spesialis, biaya Unit Gawat Darurat (UGD), biaya ambulan, biaya Intensive Care Unit (ICU), serta santunan duka. Pengobatan rawat jalan dan penyakit kronis yang pernah diderita oleh peserta pastinya tidak akan dijamin.
Jika anda seorang mekanik, dan ingin mendapatkan jaminan asuransi kesehatan dari Pertamina, jangan abaikan para canvaser yang rajin menyebarkan brosur, serta mengunjungi bengkel-bengkel di Jabodetabek, Jawa Barat dan Banten. Tak menutup kemungkinan pihak Pertamina akan menambahkan kuota peserta hingga 5 ribu atau 10 ribu jika penjualan pelumas Pertamina terus bertumbuh.
Untuk informasi mengenai program ini silahkan menghubungi Hotline Sehat Bersama Pertamina di nomor telepon (021) 90683007 pada hari dan jam kerja.
Analisis :
Program Corporate Social Respondibility (CSR) Pertamina untuk 1000 mekanik yang mendapat jaminan asuransi ini termasuk salah satu strategi pemasaran yang saling menguntungkan, baik bagi perusahaan maupun bagi yang mendapat jaminan. Dengan program ini, perusahaan yakin para mekanik ini akan selalu ingat nama pelumas Pertamina sebagai oli yang berkualitas dan selalu direkomendasikan bagi pelanggannya sehingga penjualan produk ini dapat meningkat. Tidak hanya menguntungkan bagi perusahaan, para mekanikpun mendapatkan untung yaitu jaminan kesehatan meliputi santunan rawat inap, biaya perawatan, biaya operasi, konsultasi dengan dokter spesialis, biaya Unit Gawat Darurat (UGD), biaya ambulan, biaya Intensive Care Unit (ICU), serta santunan duka.
Tetapi seharusnya pertamina memperluas sasarannya bukan hanya untuk mekanik, tetapi alangkah baiknya juga pada masyarakat terutama masyarakat yang sangat membutuhkan.
Sumber :
http://stephenlangitan.com/archives/11475
Senin, 19 Desember 2011
Rabu, 02 November 2011
TEORI-TEORI ETIKA BISNIS
Kelas : 4EA03
NPM : 10208639
TEORI-TEORI ETIKA BISNIS
Sacara estimologi, kata etika berasal dari kata Yunani ethos (tunggal) yang berarti adat, kebiasaan, watak, akhlak, sikap, perasaan, dan cara berpikir. Bentuk jamaknya ta etha.sebagai bentuk jamak dari ethos, ta etha berarti adat-kebiasaan atau pola pikir yang dianut oleh sekelompok orang atau yang disebut masyarakat atau pola tindakan yang dijunjung tinggi dan dipertahankan oleh masyarakat tersebut. Etika adalah ta etha atau adat-kebiasaan, yang baik dipertahankan, dijunjung tinggi, dan diwariskan secara turun temurun. Pada tataran ilmu pengetahuan, etika merupakan ilmu, yakni ilmu tentang adat istiadat yang baik.
Sedangkan moral atau moralitas justru diasalkan dari bahasa Latin mos (jamak:mores) yang persis sama artinya dengan kata Yunani ta etha (adat-kebiasaan yang baik).
Tujuan-tujuan etika:
Etika membantu kita untuk mampu mengambil sikap yang tepat pada saat menghada[pi konflik nilai.
Etika membantu kita untuk mengambil sikap yang tepat dalam menghadapi tranformasi disegala bidang kehidupan sebagai akibat modernisasi.
Etika memampukan kita untuk selalu bersikap kritis terhadap berbagai ideologi baru.
Etika meruapakan sarana pembentuk sikap kritis para mahasiswa (khusus untuk mahasiswa).
Jenis-jenis etika:
Etika Deskriptif
Secara estimologis, istilah ini mengisyaratkan bahwa pada dasarnya etika deskriptif menggambarkan atau melukiskan realitas moral atau tingkah laku serta tindakan manusia apa adanya atau sebagaimana adanya tingkah dan tindakan tersebut.
Etika Normatif
Etika normatif membuat prinsip etis menjadi masuk akal dan operasional sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Pada tataran ilmu, etika normatif dapat dikelompokan dalam dua jenis, yakni etika umum atau norma moral yang berlau bagi semua orang dimanapun mereka berada dan etika khusus atau norma moral yang hanya berlaku disuatu tempat atau untuk suatu lingkup tertentu saja.
a. Etika Umum
Etika umum atau norma moral umum memusatkan kajiannya pada norma moral yang berlaku bagi semua orang dan di mana-mana. Termasuk dalam etika normatif umum adalah morma moral (mengukur baik buruknya perilaku manusia sebagai manusia), norma hukum (mengukur tindakan manusia yang pelaksanaannya dapat dikenai sanksi), dan norma sopan santun atau etiquette, misalnya menghargai milik orang lain (norma moral), menghilangkan nyawa lain (norma hukum), dan selalu mendahulukan orang tua dan anak-anak dalam pelayanan umum (etiket) berlaku universal di mana-mana.
b. Etika Khusus
Etika normatif khusus menerapkan prinsip umum pada tindakan atau perilaku manusia di bidang khusus. Akibatnya, munculah etika khusus seperti: etika bisnis, etika politik, etika medik, etika komunikasi, etika akuntan publik, etika lingkungan hidup, dan lain-lain. Selain umum khusus, etika normatif juga dapat dibedakan dari segi benar tidaknya dan baik-buruknya akibat yang ditimbulkan oleh tindakan tersebut. Bertolak dari penegasan tersebut, etika normatif juga terbagi atas:
Etika Deontologis
Kata Yunani deon merujuk pada keniscayaan ayau keharusan atau kewajiiban. Secara etimologis, deontologi berarti ilmu atau teori tentang kewajiban. Aturan-aturan hukum dan norma keagamaan sebagai norma etika khusus juga sekaligus norma etika deontologis. Pada tataran deontologis bisa dikatakan bahwa suatu itu wajib diikuti atau harus dilakukan karena dikehendaki oleh Sang Pencipta (norma agama) atau karena disadari sebagai wajib (norma hukum).
Etika Teleologis
Kata Yunani telos berarti tujuan, sementara logos berarti ilmu, doktrin atau wacana. Dengan demikian teologi merupaka disiplin ilmu atau studi tentang gejala-gejala yang menunjukan arah, tujuan, atau maksud serta bagaimana suatu diperoleh dalam dan melalui suatu proses. Menurut etika teologis universal, benar atau tidaknya suatu tindakan tergantung pada baik buruknya akibat yang ditimbulkan oleh tindakan tersebut bagi semua orang yang terkena dampak atau akibatnya.
Metaetika
Pertama-tama perlu ditegaskan disini bahwa metaetika merupakan salah satu cara lain untuk menerapkan norma dan nila-nilai etika dalam posisinya sebagai ilmu, yakni sebagai filsafat moral. Kata metaetika Yunani terdiri dariprefiks meta yang berarti melampaui dan ethos atau etika. Dengan demikian, secara estimologis, metaetika berarti melampaui etika atau mengatasi etika.
Teori- teori etika bisnis :
a. Teori Hak
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku. Teori Hak merupakan suatu aspek dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.
b. Teori Keutamaan (Virtue)
Memandang sikap atau akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya. Keutamaan bisa didefinisikan sebagai berikut : disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral.
Contoh keutamaan :
Kebijaksanaan
Keadilan
Suka bekerja keras
Hidup yang baik
Keutamaan yang harus menandai pebisnis perorangan bisa disebut : kejujuran, fairness, kepercayaan dan keuletan. Keempat keutamaan ini berkaitan erat satu sama lain dan kadang-kadang malah ada tumpang tindih di antaranya. Fairness : kesediaan untuk memberikan apa yang wajar kepada semua orang dan dengan wajar dimaksudkan apa yang bisa disetujui oleh semua pihak yang terlibat dalam suatu transaksi. Keutamaan-keutamaan yang dimilliki manajer dan karyawan sejauh mereka mewakili perusahaan, adalah : Keramahan, Loyalitas, Kehormatan dan Rasa malu.
Etika sebagai Filsafat Moral
Etika merupakan ilmu kritis-sistematis tentang moraltas atau yang baik dan yang buruk dari manusia sebagaimana dapat dimaknai melalui kata-kata atau tindakannya. Patokannya adalah norma serta sistem yang dijunjung tinggi masyarakat karena telah terbukti benar dan baik sebagai norma moral atau sebagai sistem nilai. Norma serta sistem nilai pada dirinya sendiri adalah baik karena telah mengembangkan dan melestarikan hidup manusia dan menjadikan manusia sebagai makhluk humani dalam kebersamaan hidup sebagai komunitas atau sebagai masyarakat. Ada tiga jenis berpikir falsafi tentang moralitas manusia, yaitu:
Berpikir falsafi sebagai penyelidikan empirik-deskriptif atau fakta moral(perilaku manusia).
Berpikir normatif
Berpkir analitis, kritis, dan metaetis.
sumber : http://afiarini.wordpress.com/2010/12/17/teori-teori-etika-bisnis/
Senin, 26 September 2011
Contoh Kasus Praktek Bisnis Yang Tidak Etis
Nama : Indah Sevia
NPM : 10208639
Kelas : 4EA03
Ada banyak contoh praktek bisnis yang tidak etis, terutama di setiap perusahaan, baik itu perusahaan besar atau kecil yang sedang mencari cara untuk membuat keuntungan yang lebih besar, dan untuk tujuan ini mereka tidak selalu bermain adil. Krisis ekonomi menjadi masalah pada setiap jenis usaha yang menciptakan tekanan besar untuk membuat ide-ide yang dapat menjamin keuntungan cepat. Beberapa praktek bisnis yang dianggap tidak etis di masa lalu tampaknya telah menjadi cara yang sah untuk menarik pelanggan baru, atau menciptakan keuntungan yang lebih besar, semua ini karena guncangan perekonomian telah dipertahankan selama krisis. Meskipun penyebab dan efek juga dapat dianggap terbalik dalam kasus ini, karena salah satu alasan utama dari krisis ekonomi adalah penggunaan praktek bisnis yang tidak etis. Berikut adalah salah satu contoh praktek bisnis yang tidak etis:
- Menyalin gaya kemasan untuk menyesatkan konsumen.
Hal ini biasanya dilakukan oleh perusahaan yang lebih kecil yang menghasilkan produk berkualitas lebih rendah dan mencoba untuk menggunakan nama merek yang lebih terkenal untuk contoh yang dapat menyesatkan konsumen. Sebagai contoh yaitu sepatu bermerk PIIMA dengan harga yang sangat rendah, dapat menyesatkan konsumen untuk membeli sepatu tersebut karena kemiripan dengan merek PUMA yang jauh lebih terkenal. Jika perusahaan ingin mendapatkan keuntungan yang lebih besar, seharusnya perusahaan itu tidak perlu menyalin merk produk lain tetapi perusahaan itu dapat menciptakan desain produk yg lebih kreatif dan lebih menarik agar para konsumen lebih memilih produk dari perusahaan itu dan perusahaan mendapat keuntungan yang lebih besar.
Minggu, 17 April 2011
Contoh Rantai Deduksi
NPM : 10208639
Kelas : 3EA03
.2.2.5 Rantai Deduksi
Penalaran yang deduktif dapat berlangsung lebih informal dari entimem. Orang tidak berhenti pada sebuah silogisme saja, tetapi dapat pula berupa merangkaikan beberapa bentuk silogisme yang tertuang dalam bentuk yang informal.
Contoh :
a. Semua plecing kangkung pedas rasanya. (hasil generalisasi)
Kali ini saya diberi lagi plecing kangkung.
Sebab itu, plecing kangkung ini juga pasti pedas rasanya. (deduksi)
Saya tidak suka akan makanan yang pedas rasanya. (induksi: generlisasi)
Ini adalah plecing kangkung pedas.
Sebab itu, saya tidak suka plecing kangkung ini. (deduksi)
Saya tidak suka makan apa saja, yang tidak saya senangi (induksi:generalisasi)
Saya tidak suka makanan ini.
Sebab itu saya tidak memakannya. (deduksi)
b. Semua jamu pahit rasanya. (hasil generalisasi)
Kali ini saya diberi lagi jamu.
Sebab itu, jamu ini juga pasti pahit rasanya. (deduksi)
Saya tidak suka akan minuman yang pahit rasanya. (induksi: generlisasi)
Ini adalah jamu pahit.
Sebab itu, saya tidak suka jamu ini. (deduksi)
Saya tidak suka minum apa saja, yang tidak saya senangi (induksi:generalisasi)
Saya tidak suka minuman ini.
Sebab itu saya tidak meminumnya. (deduksi)


